<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513</id><updated>2011-07-08T21:44:50.731+07:00</updated><category term='music review'/><category term='movie review'/><category term='drawings'/><category term='veludo mischantus storyline'/><category term='book review'/><title type='text'>The Nameless Moment</title><subtitle type='html'>words for the unnamed being</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-4949868883187820914</id><published>2009-08-24T23:27:00.004+07:00</published><updated>2009-08-24T23:48:30.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>New Post and Brand New Banner ! Woo Hoo !</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Ini adalah blogpost pertama setelah kurang lebih tujuh bulan lamanya. Tidak akan ada tulisan panjang lebar seperti waktu sebelumnya, hanya sedikit perubahan pada bagian banner yang dikerjakan secara mendadak karena bosan melihat &lt;a href="http://img25.imageshack.us/img25/1383/empteesthenamelesspiram.jpg"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;gambar piramid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; bermata satu yang sudah over-used juga over-rated di dunia desain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See you at the other post.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-4949868883187820914?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/4949868883187820914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/08/new-post-and-brand-new-banner-woo-hoo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/4949868883187820914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/4949868883187820914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/08/new-post-and-brand-new-banner-woo-hoo.html' title='New Post and Brand New Banner ! Woo Hoo !'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-3236613521576977195</id><published>2009-01-29T01:11:00.010+07:00</published><updated>2009-08-24T23:48:08.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book review'/><title type='text'>The Namesake (Makna Sebuah Nama)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: right;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;written by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jhumpa_Lahiri"&gt;Jumpha Lahiri&lt;/a&gt; , Pulitzer Award winner for his &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Interpreter for Maladies&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCgQQYssgI/AAAAAAAAAEc/SeZh-B7F6CU/s1600-h/namesake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 275px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCgQQYssgI/AAAAAAAAAEc/SeZh-B7F6CU/s400/namesake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296409362924614146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Shakespeare mungkin pernah berfilosofi “apalah arti sebuah nama “ yang kemudian seakan merasuk ke otak setiap anak SD  di Indonesia (sebenarnya tidak sama sekali, bahkan saya tidak yakin mereka pernah mendengarnya), sehingga mereka memanggil teman mereka dengan sebutan bapak atau ibunya dan itu dianggapnya sebuah lelucon pengundang tawa. Haha. Sungguh sebuah candaan yang tidak lucu. Filosofi sang seniman asal Inggris itu sangat tidak relevan bila kita pandang dari kacamata realita karena perspektif yang tepat untuk kalimat tersebut adalah dunia teater, di mana setiap orang bisa menjadi siapa saja dengan watak apa saja. Seperti yang terjadi pada kisah seorang ABCD, american-born confused desh – yang bila diterjemahkan kurang lebih orang India kelahiran Amerika yang mengalami krisis identitas -, Gogol Ganguli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, ‘Gogol’  adalah nama belakang seorang penulis revolusioner tersohor asal Rusia, Nikolai Gogol, yang semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang tertutup, depresif, dan memiliki kecenderungan bunuh diri. Setelah sekian usaha bunuh dirinya gagal, sekelompok dokter kemudian memutuskan untuk mengikatnya dalam sebuah bak mandi berisi air hangat dengan tujuh ekor lintah menempel di tubuhnya. Esoknya, ia ditemukan sekarat dalam bak mandi dengan tubuh yang amat kurus sedemikian hingga mereka bisa menyentuh tulang punggung dari kulit perutnya. Tak lama kemudian, Nikolai meninggal dalam usianya yang ke- tahun. Merasa terganggu oleh kisah absurd dari nama tersebut, Gogol Ganguli lantas mengambil inisiatif untuk mengganti namanya meski ia tahu tindakannya itu sangat tidak disukai oleh Ashoke dan Ashima, ayah ibunya. Banyak peristiwa yang dialami oleh Gogol setelah ia mengganti namanya; setelah kepercayaan dirinya memulih. Mabuk, mengisap ganja, berkenalan dengan wanita, kehilangan keperjakaan, memergoki sebuah perselingkuhan, perceraian, dan berbagai hal lainnya yang mungkin tidak akan terjadi bila ia masih dipanggil dengan sebutan ‘Gogol’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumpha Lahiri berhasil menyajikan sebuah cerita tentang benturan nilai budaya Amerika modern dan India konservatif tanpa memberi penilaian benar salah pada masing-masingnya. Setiap sisi kehidupan karakter-karakternya ia ungkap dengan perlahan dalam gaya bercerita yang sangat sederhana namun kaya akan detail yang kadang terlihat begitu rumit. Hal itulah yang seakan membangun ikatan emosional saya sebagai pembaca dengan Gogol juga tokoh-tokoh lainnya sebab nuansa naratif yang dibangun oleh Lahiri terasa begitu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini saya sarankan bagi kalian yang mungkin sedang bingung menentukan pilihannya sementara anggaran belanja buku bulan ini sangat pas-pasan dibarengi dengan do’a agar uang itu tidak terpakai untuk membeli baju di clothing ternama yang membuat kita merasa sangat stylish. Hahaha. Saya rasa untuk sebuah karya berlabel ‘New York Magazine Book of the Year’ ini, tidak perlu pikir panjang dalam membelinya. Beli saja, toh deretan clothing di jalan Trunojoyo itu masih akan selalu ada untuk kalian. =))&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-3236613521576977195?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/3236613521576977195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/namesake-makna-sebuah-nama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/3236613521576977195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/3236613521576977195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/namesake-makna-sebuah-nama.html' title='The Namesake (Makna Sebuah Nama)'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCgQQYssgI/AAAAAAAAAEc/SeZh-B7F6CU/s72-c/namesake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-5011258236991529072</id><published>2009-01-29T00:45:00.005+07:00</published><updated>2009-01-29T01:09:40.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drawings'/><title type='text'>A Brand New Banner</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah beberapa lama memperhatikan header pada blog pribadi saya ini, saya tersadarkan akan kejanggalan yang ada dalam &lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://www.mediafire.com/imageview.php?quickkey=zmmayzmy5th&amp;amp;thumb=4"&gt;banner&lt;/a&gt; tersebut. Judul blog yang ditulis kecil-kecil dengan huruf yang sama sekali tidak memperjelas rangkaiannya, foto bagian kepala yang saya crop dan saya ganti dengan goresan tinta transparan merah darah, dan kalkulator yang besarnya seperti remote menyinari sisa tubuh saya yang lain; semua itu sangat absurd. Seperti kecenderungan narsisme yang tertahan oleh kesadaran diri akan wajah yang pas-pasan. Hahaha. Entah saya harus meralat atau mengakui keadaan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal itu membersitkan sebuah ide untuk&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCciPYv20I/AAAAAAAAAEU/UraL5PdpgqE/s1600-h/foto005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 287px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCciPYv20I/AAAAAAAAAEU/UraL5PdpgqE/s400/foto005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296405273847520066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; merombak nya dengan ilustrasi ya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ng lebih representatif atau setidak-tidaknya memiliki makna yang jelas dibanding goresan-goresan digital asal di software CorelDRAW.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan berbekal satu pak crayon Pentel dan pensil warna Faber-Castell, j&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;uga sebuah scanner di warnet terdekat yang memaksa saya membayar 2500/halaman scan, jadilah sebuah banner baru seperti yang kalian lihat di bagian atas blogpage "The Nameless Moment" ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah ilustrasi analogis atas hal yang tengah meracuni pikiran banyak masyarakat secara perlahan namun membinasakan, yaitu penyangkalan sekaligus penistaan terhadap Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan ketika membuatnya; Palestina, Israel, susahnya berurusan dengan polisi, mendambakan sebotol Kratingdaeng dingin, kaki kesemutan, semuanya mungkin dijadikan sebagai inspirasi. Tapi toh apapun itu, saya tidak begitu menaruh peduli. Biarlah skenario ciptaan Tata Dunia Baru ini berjalan sebagaimana mestinya hingga semua pemainnya merasa bosan ketika sudah berada di puncak. Seperti pernikahan yang berakhir dengan perceraian, kelahiran dan kematian, prolog dan epilog, juga makanan dan piring kotor.&lt;br /&gt;Ah, saya jadi ngelantur ke mana-mana karena ulah si piramida biru itu. Si Piramida Biru, ngomong-ngomong, terdengar seperti slogan sebuah kompor yang berbintang iklan Ikke Nurjanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-5011258236991529072?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/5011258236991529072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/brand-new-banner.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/5011258236991529072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/5011258236991529072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/brand-new-banner.html' title='A Brand New Banner'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SYCciPYv20I/AAAAAAAAAEU/UraL5PdpgqE/s72-c/foto005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-7180821730391652880</id><published>2009-01-26T21:14:00.034+07:00</published><updated>2009-01-26T22:36:08.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>Movie Review : 3rd week of January</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;The Elephant Man&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/2/27/TheElephantManposter.jpg/200px-TheElephantManposter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 200px; display: block; height: 297px;" alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/2/27/TheElephantManposter.jpg/200px-TheElephantManposter.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sabtu kemarin, saya menemukan sebuah film era ’80-an yang kembali dirilis dalam format DVD di sebuah toko di bilangan jalan Kiaracondong. Ini adalah sebuah kesempatan yang berharga menurut saya, karena sebenarnya saya sudah lama berharap bisa menyaksikan film yang dirilis jauh sebelum saya lahir ini yakni tahun 1980. Tanpa banyak pertimbangan, saya membeli DVD tersebut seharga Rp 5500 saja. Haha, saya bukan orang yang mendukung pembajakan tapi selama pemerintah masih belum mampu menurunkan pajak untuk komoditas seperti ini, saya rasa tidak ada salahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Film ini berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Elephant Man&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dengan tagline based on a true story di bawahnya. Disutradai oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;David Lynch&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan konon disebut-sebut sebagai salah satu masterpiece-nya sepanjang masa. Saya rasa itu tidak berlebihan, karena pada jamannya isu humanisme yang diangkat dalam film ini masih belum begitu menyita banyak perhatian masyarakat. Hal itu dapat dimaklumi bila melihat kondisi masyarakat dunia yang masih lekat akan unsur primordialistik dan sistem stratifikasi sosial a la top-down, poor-noble. Tidak seperti sekarang, di era liberalisasi dunia komunikasi, di mana semua orang berkoar-koar tentang penyetaraan gender, penghapusan isu diskriminasi, dan penyesaian krisis kemanusiaan yang semakin menjadi-jadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;The Elephant Man&lt;/em&gt; bercerita tentang seorang lelaki berkebangsaan Inggris bernama &lt;strong&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Merrick"&gt;John Merrick&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; (John Hurt) yang dipertunjukkan dalam sebuah freakshow di bawah kendali &lt;strong&gt;Mr.Bytes&lt;/strong&gt; (Freddie Jones). John menderita sebuah penyakit degenerasi sel yang bernama &lt;em&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proteus_syndrome"&gt;Proteus Syndrome&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Hal itulah yang menyebabkan mukanya terlihat&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/2/2c/Sjff_03_img1147.jpg/250px-Sjff_03_img1147.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 0px 10px 10px; width: 250px; float: right; height: 189px;" alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/2/2c/Sjff_03_img1147.jpg/250px-Sjff_03_img1147.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; begitu buruk seperti seekor gajah –bahkan jauh lebih menyeramkan- dan sekujur punggungnya ditumbuhi oleh tumor ganas. Konon kondisi tersebut diakibatkan semasa kehamilan bulan keempat, sang ibu sempat menjadi korban keganasan gajah saat tengah berkunjung ke daratan Afrika. Kehadirannya di area sirkus itu menjadi bulan-bulanan massa. Rasa jijik, cacian, dan makian tanpa henti terlempar dari mulut para pengunjung. Namun Mr.Bytes tak pernah peduli, karena baginya John Merrick a.k.a The Elephant Man adalah sumber penghasilannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penampilan John yang ‘eksentrik’ itu kemudian menggugah &lt;strong&gt;Dr. Frederick Treves&lt;/strong&gt; (Anthony Hopkins), seorang ahli bedah muda dari London Hospital, untuk membawanya dan memberinya perawatan. Di rumah sakit, Treves menempatkan John di sebuah ruangan di loteng. Tindakan ini pada awalnya banyak mengundang reaksi negatif dari pihak rumah sakit : tentangan dari sang pemilik, rasa jijik sang suster, hingga oknum pelayan yang memanfaatkan John untuk mencari uang. Namun perlahan sisi lain dari John mulai terungkap. Dia yang semula pendiam, penakut sekaligus menakutkan, berubah menjadi sosok yang lebih terbuka setelah dilatih oleh Dr.Treves. Lambat laun, warga London mulai menerimanya sebagai seorang manusia normal yang patut dikasihani dan tentu perlu dihormati sebagaimana kebanyakan orang lainnya. The Elephant Man kini menjelma menjadi &lt;em&gt;cult-idol&lt;/em&gt; banyak wanita diLondon. Apalagi setelah kedekatannya dengan seorang selebritis teater, &lt;strong&gt;Mrs. Kendal&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelahnya, banyak kejadian mewarnai hidup John. Salah satu adegan yang menurut saya sangat dramatis, adalah saat dia terjebak di tengah orang-orang yang hendak menangkapnya di toilet stasiun kereta. Saat itu dia sedang melarikan diri dari genggaman Mr.Bytes yang menculiknya dari rumah sakit dan memboyongnya ke Prancis. Dengan suara yang amat memilukan, dia berkata “I am not an animal!! I !! I am a human being. I . . am . . a man . . .”. Dia pingsan dan semua orang kemudian terdiam hingga akhirnya datang dua orang kawanan polisi yang membawanya kembali ke pangkuan Dr.Treves.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu, apa sebenarnya yang perlu dipelajari dari film ini ?. Mungkin kalian masih ingat tentang Manusia Akar yang sempat dipertontonkan di acara sebutlah-paranormal-show di beberapa kota di Indonesia. Ternyata, akar yang menjalar di sepanjang tubuhnya tidak lain adalah akibat dari penyakit kutil akut yang diderita oleh manusia akar itu, Dede. Entah tidak tahu atau tahu tapi pura-pura tidak tahu, oknum dunia hiburan itu dengan entengnya memberi julukan manusia akar hasil semedi bla bla di gua whoa whoa. Untunglah ada surat kabar yang memuat berita tentang Dede sehingga akhirnya dia mendapat bantuan dari pemerintah setempat untuk menjalani operasi. Itu baru salah satunya, bagaimana dengan ‘manusia-manusia’ lain yang ada dalam roadshow tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Film &lt;em&gt;The Elephant Man&lt;/em&gt; seharusnya menggugah manusia untuk kembali pada sisi manusiawinya, namun tampaknya setelah 30 tahun lamanya, watak manusia belum berubah atau bahkan tidak akan pernah berubah. Beruntunglah dunia masih memiliki mereka-mereka yang waras dan berhati ‘wajar’, sehingga ketika benih-benih baru seperti John dan XXX yang kurang beruntung lahir ke dunia, mereka masih memiliki kesempatan untuk hidup normal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Curious Case of Benjamin Button&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/74/Benjamin_Button_poster.jpg/200px-Benjamin_Button_poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 200px; display: block; height: 297px;" alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/74/Benjamin_Button_poster.jpg/200px-Benjamin_Button_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lagi-lagi DVD. Film ini saya beli berbarengan dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Elephant Man&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Saya tidak akan panjang lebar membahas tentang film ini karena saya tidak mau disebut sebagai spoilerman. Tapi yang jelas saya heran mengapa film ini bisa meraih banyak nominasi Golden Globe Awards. Seperti keheranan saya terhadap film Laskar Pelangi yang standar dan tidak jelas arahnya namun menuai banyak pujian itu. &lt;strong&gt;Benjamin Button seperti Forrest Gump versi pendek namun membosankan&lt;/strong&gt;. Jalan ceritanya sangat lambat, ditambah lagi dengan nuansa naratif yang sama sekali tidak menarik. Saya tertidur setelah menonton kurang lebih tigaperempat bagian film saking jenuhnya. Ah pokoknya membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Added Links :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Merrick"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Merrick &lt;/a&gt;untuk info seputar John (Joseph Merrick)&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Merrick"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-7180821730391652880?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/7180821730391652880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/movie-review-3rd-week-of-january.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/7180821730391652880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/7180821730391652880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/movie-review-3rd-week-of-january.html' title='Movie Review : 3rd week of January'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-1522471790345042775</id><published>2009-01-24T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T11:18:24.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>Obama is The New Osama</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Saya mungkin bukan satu-satunya orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dengan bangganya mendukung Obama dalam usahanya meraih kursi presiden di negara &lt;s&gt;adidaya&lt;/s&gt; penganiaya, Amerika Serikat. &lt;i style=""&gt;Saat saya mengatakan “aniaya”, tentu saja itu dimaksudkan bagi orang-orang yang menduduki kursi pemerintahannya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yahh, tidak semua “orang Amerika” seperti itu – mungkin - , toh sebutan itu hanya masalah kewarganegaraan saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Euforia masyarakat Indonesia terhadap dirinya sudah terlihat sejak awal tahun 2008. Buku-buku seputar Obama mulai bermunculan di pasar, dengan judul-judul yang sangat kental akan nuansa ameliorasi. Katakanlah Obama itu penyelamat, pembawa perubahan, sinyo hitam dari Indonesia, pahlawan kaum Demokrat, dan lain lain sebagainya. Saya agak sangsi sejak awal dengan buku-buku ini. Heran dengan kemunculannya yang terkesan sangat oportunis tapi di sisi lain terlihat begitu terencana. Mayoritas dari para penulis buku tersebut menaruh harapan besar padanya dan tidak lupa mencantumkan Indonesia yang “katanya” berpengaruh besar terhadap sikap politik Obama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ah bullshit. Saya harap buku-buku tersebut tidak terpampang di rak buku kalian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Barack HUSEIN Obama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika Amerika sedang gencar-gencarnya membombardir kawasan Timur Tengah tanpa alasan yang jelas, muncul seorang figur di dunia politik dengan nama tengah HUSEIN yang DICALONKAN sebagai seorang presiden oleh partai Demokrat. Benarkah para lakon sandiwara politik di sana sebodoh itu ?. Saya, yang tidak begitu banyak mengerti ihwal ilmu sosial dan politik, masih cukup waras untuk menilai tindakan itu sebagai suatu kebodohan besar. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘Timur Tengah’ adalah suatu frase yang sensitif di telinga warga Amerika dan itulah sebab utama McCain menyebut Obama dengan sebutan “this little Husein” sebagai upaya mengingatkan mereka atas tragedi 9/11. Pasti ada sesuatu yang disiapkan di balik ini. Mungkin. Saat itu saya masih belum tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Si sinyo hitam ini, kemudian diberi predikat atau lebih tepatnya brand image pembawa perubahan oleh para simpatisannya. Berbagai pujian dilancarkan pada tiap gerak-geriknya : cara dia berdebat, program-program yang dia buat, dan pidato yang selalu bisa membuat pendengarnya menangis. Semua itu entah bagaimana menjalar hingga ke bumi pertiwi, Indonesia, dengan segala degradasi informasi di setiap jengkalnya. Segala kritikan tentang Obama mengendap di lautan, sedangkan semua sanjungan tentang dia mengembang dan meledak seperti balon yang kepanasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kondisi seperti ini lantas menguntungkan pihaknya yang kemudian mengantarkan dia sebagai orang nomer satu di Amerika. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;20 Januari kemarin dia resmi dilantik sebagai President of the &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;United States of America&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Memang seperti balon. Kita terus meniupnya hingga besar agar ia bisa mengembang dan terbang di udara, tapi kemudian meledak di saat kita memberi terlalu banyak udara. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ledakan itu lantas menghasilkan suara bising yang tidak kita harapkan. Kebahagiaan dan keceriaan itu lalu hilang begitu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Obama tempat banyak orang menaruh harapan, dengan mudahnya mematahkan hati banyak orang di dunia, baru beberapa hari setelah ia dilantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Komitmen Amerika adalah melindungi Israel. Dari berbagai ancaman, termasuk salah satunya serangan roket dari Hamas ke Israel yang menewaskan banyak penduduk sipil yang tidak bersalah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Haha. Dia pasti sudah gila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Di kesempatan lain, saat Obama berkunjung ke Tel Aviv,Israel, dia berkata : “Seandainya rumah saya dibombardir oleh roket, saya pasti melakukan hal yang sama (terhadap Palestina).”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Haha, lagi-lagi saya tertawa. Dia dengan mudahnya berbicara tentang masalah balas dendam dan menahbiskan apa yang disebut dengan hukum internasional, arbitrasi, mediasi, toleransi, dan apalah itu segala tetek bengek yang mengatur tentang perdamaian dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sebenarnya ini bukan merupakan kejutan, karena sejak terjadinya agresi militer Israel ke Gaza, Palestina, Obama tidak pernah mengatakan sedikit pun hal tentang peristiwa ini. Bahkan di pidato kenegaraannya pun tidak. Tidak heran bila McCain menyalami dia dengan tersenyum saat McCain dinyatakan kalah dalam Pemilihan Umum. Toh, siapapun presidennya, Amerika akan tetap berada pada jalur yang sama : membantai kawasan Timur Tengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oh, seharusnya sejak awal saya dan banyak orang sadar bahwa Obama adalah boneka yang telah dipersiapkan oleh kaum Zionis untuk mewujudkan misi mereka, yaitu menghasilkan tata dunia baru yang berada di bawah kendali umat Yahudi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;There’s no white &lt;st1:country-region st="on"&gt;America&lt;/st1:country-region&gt;, no black &lt;st1:country-region st="on"&gt;America&lt;/st1:country-region&gt;, there’s just us : The &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;United States   of America&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Well, yes you are, Obama. Whoever the president is, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;America&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; wouldn’t be less or more than how it was.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-1522471790345042775?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/1522471790345042775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/obama-is-new-osama.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/1522471790345042775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/1522471790345042775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/obama-is-new-osama.html' title='Obama is The New Osama'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-2861968412317728329</id><published>2009-01-24T11:15:00.003+07:00</published><updated>2009-01-26T22:36:33.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie review'/><title type='text'>Pintu Terlarang</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.detikhot.com/images/content/2008/07/25/229/pt-dalem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 285px; display: block; height: 200px;" alt="" src="http://www.detikhot.com/images/content/2008/07/25/229/pt-dalem.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Saya membaca novel karya Sekar Ayu Asmara ini sekitar tahun 2004. Atau 2005 ya. Mungkin di saat saya masih SMP. Hasil pinjaman dari seorang teman yang kemudian mengendap di kamar tidur saya dan baru saya kembalikan sekitar satu tahun setelah saya pinjam. Kalau itu saya ingat benar. Haha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Di tengah animo anak SMP-SMA terhadap Harry Potter, Lord of the Rings, juga teenlit, novel ini muncul membawa tema yang masih jarang diungkap dalam sebuah karya sastra, khususnya di Indonesia, yaitu schizophrenia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Sekarang muncul versi layar lebar dari novel ini dengan judul yang sama. Kabarnya film ini adalah sebuah karya yang wajib ditonton di tahun 2009. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Penasaran, saya lalu mengajak Ratna untuk menyaksikan film ini tepat di hari pertama pemutarannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Film karya Joko Anwar ini jauh melebihi kapasitas film Indonesia pada umumnya yang banyak bermain di area horror, komedi seks yang tidak lucu -bahkan juga tidak seksi-, serta percintaan ala Timur Tengah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Namun bila dibandingkan dengan novelnya, film ini masih jauh dari harapan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apa yang dikatakan Joko Anwar bahwa film adaptasi harus memiliki added value ternyata sama sekali nihil. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Saya tidak melihat nilai tambah dari film ini dibanding novelnya. Keberadaan gimmick komunitas rahasia Herosase bahkan tidak mampu mengangkat pandangan saya akan film ini. Akhir ceritanya pun tidak jelas. Dan itu diperburuk dengan dialog antara Pusparanti dan penjaga RSJ pada bagian akhir yang terlihat sangat dipaksakan, yang mungkin dianggap Joko Anwar sebagai suatu langkah untuk menyiasati ending yang tidak jelas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Saya kira Joko Anwar tidak perlu berbangga hati perihal tindakan dia menulis script setelah mendiamkan novel ini tiga minggu sejak tamat membacanya. Toh seharusnya, film adaptasi setidak-tidaknya menjadi jawaban rasa penasaran pembaca terhadap bentuk visual dari apa yang terjadi dalam novel tersebut. Bukan sebaliknya, di mana bentuk egoisme yang dikemas dalam istilah “added value” itu menjadi sesuatu yang akhirnya malah membingungkan penonton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Pintu Terlarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Storyline : 6/10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Cast : 6/10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Ending : 4/10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Overall : 5/10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Keunggulan : Sinematografi, Music Scoring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-2861968412317728329?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/2861968412317728329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/pintu-terlarang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/2861968412317728329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/2861968412317728329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/pintu-terlarang.html' title='Pintu Terlarang'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-8204331753125846367</id><published>2009-01-24T11:12:00.003+07:00</published><updated>2009-01-24T11:17:36.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drawings'/><title type='text'>Things Change in 18 Years</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SXqVo7pnMeI/AAAAAAAAADk/532Jr7yzHjY/s1600-h/pengamen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SXqVo7pnMeI/AAAAAAAAADk/532Jr7yzHjY/s400/pengamen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294708842366972386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;Things Change in 18 Years&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;Begitu banyak hal yang berubah dalam jangka waktu 18 tahun, dari sisi uang limaratusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;SD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;Saya masih terheran-terheran mengingat selembar uang limaratus rupiah yang bisa saya belikan banyak jajanan semasa sekolah dasar dulu. Mereka yang tidak pernah melewati periode es teh dan mie kering dengan bungkus bercorak garis berkelok merah putih tidak akan begitu mengerti berartinya nilai uang itu di saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;SMP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;Pulang sekolah. Cukup dengan membayar limaratus rupiah saja, saya bisa menumpang angkot dari Jalan Sumatera hingga Jalan Naripan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;Dan hari ini, dengan jalur dan panjang lintasan yang sama, saya harus bersikap waspada setiap kali memberi koin limaratusan karena bisa saja muka saya menjadi sasaran tembak koin si supir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;SMA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;Kemunculan Chocolatos dan Rolls cukup membuat saya bungkam akan nilai uang yang semakin tak berharga. Terimakasih Gary dan Richeese.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;Kuliah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="EN-CA" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;Saya tidak tahu siapa yang seharusnya merasa malu. Apakah saya, karena dengan teganya memberikan uang seratusan sehingga kadang mereka menggerutu bahkan menolak. Atau mereka, karena menolak apa yang seharusnya mereka syukuri berapapun itu ?. Saya tidak mau mengambil risiko sehingga sekarang koin-koin limaratusan saya sisihkan untuk pengamen dan kawan-kawannya di jalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;Begitu banyak hal yang berubah dalam jangka waktu 18 tahun, walau hanya dari sisi uang limaratusan. Cerita tentang perubahan di atas kemudian menyindir saya secara &lt;i style=""&gt;personal&lt;/i&gt;, akan kebuntuan hidup saya yang terus terjebak di titik yang itu-itu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-8204331753125846367?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/8204331753125846367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/things-change-in-18-years.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/8204331753125846367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/8204331753125846367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2009/01/things-change-in-18-years.html' title='Things Change in 18 Years'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SXqVo7pnMeI/AAAAAAAAADk/532Jr7yzHjY/s72-c/pengamen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-529780517080324123</id><published>2008-12-17T21:15:00.003+07:00</published><updated>2008-12-18T22:41:34.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music review'/><title type='text'>Autumn Ode at Lomographic Workshop Day 201208</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUkKJeqxToI/AAAAAAAAADE/D3AuIJBAiS8/s1600-h/dmb0y0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUkKJeqxToI/AAAAAAAAADE/D3AuIJBAiS8/s400/dmb0y0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280763196036173442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(click to enlarge)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-529780517080324123?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/529780517080324123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/click-to-enlarge.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/529780517080324123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/529780517080324123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/click-to-enlarge.html' title='Autumn Ode at Lomographic Workshop Day 201208'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUkKJeqxToI/AAAAAAAAADE/D3AuIJBAiS8/s72-c/dmb0y0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-4822170507013585288</id><published>2008-12-13T15:16:00.007+07:00</published><updated>2008-12-17T21:37:36.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drawings'/><title type='text'>Akhir-Akhir Ini Acara Televisi Asyik Sekali</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUNw5ty5DBI/AAAAAAAAAC8/vxdNSuIi4AU/s1600-h/termehekmehek+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 362px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUNw5ty5DBI/AAAAAAAAAC8/vxdNSuIi4AU/s400/termehekmehek+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279187325056257042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Hari ini Bapak dan Ibu mengajak aku menonton televisi di kelurahan setelah dua minggu lamanya kami hanya mendengarkan radio di rumah. Di sana kami menyaksikan sebuah tayangan sinetron. Ada orang yang berubah jadi ular, naga, dan buaya. Lalu lainnya terbang ke awan, berkelahi di sana. Karena masalah memperebutkan perempuan sih sepertinya. Kadang-kadang mereka berbicara, tapi terdengar seperti bukan suara mereka. Aneh sekali. Mungkin TV di kelurahan kami sedang rusak. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;Ah apapun itu, a&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;ku, Bapak, dan Ibu tidak peduli karena sinetron yang kami tonton itu sungguh mengasyikan. Tidak terlalu banyak iklannya. Bahkan tidak ada. Bapak dan Ibu benci iklan. Membuat aku rewel, katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Tiba-tiba, ada seseorang yang memindahkan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;sinetron itu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;ke sebuah acara yang menampilkan seorang wanita yang menangis-nangis di sebuah tempat. Wah baru&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt; sebentar&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt; menonton adegan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt; menangis&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt; itu, acara sudah terpotong. Iklannya banyak sekali. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;Yah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Acara dimulai lagi, wanita itu masih menangis. Dia hamil katanya. Pacarnya kabur. Pacar itu kan yang biasa dipakai ibu untuk mencat kuku. Pacar cina, kan. Apa pacarnya digondol kucing ?. Kenapa dia menangis ?. Mana suaminya bukannya dia sedang hamil ?.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;Sekarang wanita itu ada di rumah sakit. Dia sedang menengok seorang lelaki. Sudah dicari-cari sejak dulu katanya. Begitu wanita itu bilang dia hamil, lelaki itu meninggal. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Mereka bilang itu pacarnya. Pacar itu ternyata seorang lelaki toh.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Lho, lalu apa yang dipakai ibu untuk mencat kuku ? Apa berarti ia dibantu seorang lelaki ?. Bukankah itu tidak baik ? Apa hal ini harus kulaporkan pada Bapak ?. Tapi Bapak tampak tidak peduli. Lagipula Bapak pintar, lebih pintar dari aku, pasti lebih mengerti. Lebih baik aku lanjutkan menonton TV. Selagi kami masih di sini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Sinetron ini berbeda dengan yang sebelumnya kami tonton. Tidak ada silat dan hewan-hewan menakjubkan seperti naga dan capung raksasa. Hanya ada orang menangis dan pertengkaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt;Di rumah sakit kok menangis dan bertengkar ? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Ini sinetron apa ya ?. Bapak bilang, ini nyata. Oh aku baru tahu televisi menampilkan hal-hal yang nyata. Jadi naga itu ada ya. Kapan ya aku bisa menaiki capung bersama dengan 3 putri kahyangan ?. Apa itu hanya ada di televisi ?. Kalau begitu, aku juga ingin ditayangkan di televisi. Aku harus jadi artis televisi agar bisa mewujudkan impianku untuk bertemu makhluk-makhluk ajaib itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="EN-CA"&gt; Asal aku tidak perlu menangis dan bertengkar di depan orang yang baru saja meninggal seperti sinetron yang sedang kami tonton ini. Eh bukan sinetron, ini nyata kata Bapak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-4822170507013585288?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/4822170507013585288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/akhir-akhir-ini-acara-televisi-asyik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/4822170507013585288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/4822170507013585288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/akhir-akhir-ini-acara-televisi-asyik.html' title='Akhir-Akhir Ini Acara Televisi Asyik Sekali'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SUNw5ty5DBI/AAAAAAAAAC8/vxdNSuIi4AU/s72-c/termehekmehek+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-5523807431581859546</id><published>2008-12-10T20:38:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T15:08:46.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>SORGE by Media Parahyangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST_I9Sk8YmI/AAAAAAAAACs/wzDMaDRX9lg/s1600-h/l_9a6d248eac3c47998592a50c73b92f5a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 615px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST_I9Sk8YmI/AAAAAAAAACs/wzDMaDRX9lg/s400/l_9a6d248eac3c47998592a50c73b92f5a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278158243585876578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Siang itu sekitar pukul duabelas, beredar sebuah selebaran yang diedarkan teman saya, Acong, dari Media Parahyangan Unpar. Sebuah bulletin, ternyata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mempertanyakan eksistensi Ikatan Alumni&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-CA"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sedikit gambar grafis goretan tangan di tengah kertas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: &lt;b style=""&gt;Para pelamar kerja yang antri berurutan di depan pintu dihadapkan pada seorang sekretaris wanita yang berkata, “Para alumni unpar silakan langsung memanjat tali ini ke atas.” Tangan wanita itu menunjuk pada seutas tali yang tampaknya terikat pada suatu pasak entah di lantai berapa, melewati sebuah lubang ada atap tepat di atas kepala para pelamar tersebut. Mereka terbengong-bengong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Setelah membaca wacana yang tertulis pada buletin tersebut, saya baru mengerti arti dari gambar yang absurd itu. Multi-interpretasi, pikir saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesampingkan dulu sajalah masalah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Waktu sore di hari yang sama. Saya dan beberapa teman saya masih sabar menunggu sebuah acara dengan duduk-duduk di salah satu tempat di Unpar yang saya lupa namanya. Saat itu hujan, saya sangsi acara ini akan dimulai tepat waktu. Menurut jadwal yang tercetak pada pamflet, acara tersebut seharusnya dimulai pada jam 18.30 WIB. Saya terus menunggu hingga akhirnya lewat waktu Maghrib Acong mengajak kami pergi menuju Student Center (SC).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Wah, ternyata acara sudah dimulai begitu kami sampai di sana. Saya heran. Tepat waktu tampaknya sudah menjadi hal yang terlalu aneh bagi saya, mungkin juga bagi banyak orang lainnya. Sudahlah, saya kira itu tidak perlu diperbincangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sorge, sebuah acara komunitas yang dipersembahkan Media Parahyangan, adalah salah satu bukti keberhasilan prinsip DIY dalam penyelenggaraan sebuah event. Ketidakberadaan sponsor tidaklah menjadi sebuah masalah yang berarti ketika hubungan pertemanan masih sangat bisa diandalkan. Semua yang tampak di sana, amplifier, drum, cabinet, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-CA"&gt;sebagainya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;adalah hasil sumbangan bantuan dari teman-teman komunitas unpar dan lainnya. Seminggu sekali, harapan si MC tentang frekuensi penyelenggaraan event seperti Sorge ini. Dito, nama MC itu, sesekali menyinggung tentang rekannya yang tengah berada di PvJ. Seharusnya rekannya itu menjadi partner dia dalam membawakan acara, katanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-CA"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;antas saja dia banyak ngelantur ga jelas ke sana sini walau memang kadang pembicaraannya mengundang tawa banyak orang. Hahaha. Kemudian dia lanjut berbicara tentang PvJ. Terus tentang PvJ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sayup-sayup dari kejauhan terdengar bunyi orang berkaraoke. Suara itu bersumber dari acara temu alumni fakultas hukum unpar yang sudah diselenggarakan sejak pagi/siang tadi. Tiba-tiba saya teringat tentang perkataan teman saya perihal adanya mobil Ferrari dll di pelataran parkir. Kabarnya kendaraan tersebut milik orang-orang yang hadir pada acara temu alumni. Sungguh ironis bila dikaitkan dengan buletin yang saya baca pada siang harinya. Ketika kesuksesan hanya menjadi milik sendiri, maka apalah guna ikatan alumni. Bubarkan saja dan ludahi lambang perkumpulan itu. Mungkin mereka tidak pernah mengadakan atau sekedar ikut menonton acara-acara seperti Sorge yang amat kental nuansa solidaritasnya. Hingga mereka lupa bahwa di balik semua keberhasilan mereka, tersimpan jasa-jasa orang lain yang tidak mungkin tergantikan oleh kompensasi materiil yang telah mereka dapatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pikiran-pikiran di atas saya simpan di hati tanpa saya muntahkan sedikitpun saat itu. Buat saya, menyaksikan kelanjutan acara ini lebih menguntungkan dibandingkan membuang-buang tenaga untuk memikirkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-5523807431581859546?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/5523807431581859546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/sorge-by-media-parahyangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/5523807431581859546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/5523807431581859546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/sorge-by-media-parahyangan.html' title='SORGE by Media Parahyangan'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST_I9Sk8YmI/AAAAAAAAACs/wzDMaDRX9lg/s72-c/l_9a6d248eac3c47998592a50c73b92f5a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-3145667060211614459</id><published>2008-12-09T19:50:00.006+07:00</published><updated>2008-12-10T19:51:05.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>Segelas Es Batu dan Listrik yang Tidak Boleh Diambil</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari itu, Senin 8 Desember 2008, tepat saat Hari Raya Iedul Adha, saya pergi ke Bandung Supermall ( BSM ) dengan niat mencari infraboard untuk kelengkapan tugas desain saya. Malang nasib saya, Gramedia BSM ternyata terlalu sibuk mengurus gelaran diskonnya hingga lupa mencatat bahwa stok barang yang saya cari itu sudah habis. Saya kesal. Kemudian dengan segala gondok di hati, saya pergi ke lantai 3 , area free hotspot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya duduk di salah satu kursi dekat dengan tiang penyangga. Sisa uang saya tinggal sedikit dan tidak mungkin saya membelanjakan uang jatah infraboard untuk sekedar makan minum di sana. Tapi jika saya hanya numpang internetan gratis di sana tanpa membeli apa-apa, bisa-bisa saya diusir oleh satpam. Akhirnya dengan segala keterpaksaan, saya memesan sebuah minuman di Es T***r **.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa saat kemudian, pelayan datang mengantarkan pesanan saya. Lalu saya keluarkan laptop dari tas. Tapi begitu dinyalakan , entah beberapa lama langsung mati !. Hahaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya sudah mengeluarkan uang dengan percuma untuk segelas minuman ga jelas. Es batunya kebanyakan. Potongan buahnya hanya sedikit bahkan saya harus menggali gunungan es batu itu dengan sendok terlebih dahulu untuk sekedar melihatnya. Ini minuman. Tapi sebelah mananya yang harus diminum !?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan sabarnya saya menyendokkan es batu itu ke mulut saya dan menggigit-gigitnya seperti makan batagor. Memang rasanya agak sama dengan batagor, hanya saja es batu itu tidak ada rasanya, dingin, dan membuat gigi menjadi sedikit ngilu ketika digigit. Lebih keras. Juga tanpa bumbu kacang. Seandainya ada es batu dengan bumbu kacang, saya yakin mereka , para pembuatnya, pasti sudah gila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya terlihat juga bentuk asli dari minuman itu. Tapi mulut saya sudah keram akibat terlalu banyak memakan es batu. Saya kesampingkan dulu gelas itu lalu kembali berkonsentrasi pada laptop saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Entah mungkin Tuhan yang Maha Kuasa begitu sayang pada saya, mata ini tiba-tiba tertuju pada tiang penyangga di sebelah kiri saya. Dan ada steker di sana!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oh. Saya kegeeran. Saya bukan anak yang shaleh. Tuhan tidak sebegitu sayangnya pada saya hingga akhirnya saya sadar di atas steker itu ada stiker yang menempel dan berbunyi : “&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;BUKAN UNTUK UMUM. INTERNAL USE ONLY&lt;/span&gt;”.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya berpikir. Saya telah membeli segelas minuman : yang tidak tampak seperti minuman. Daripada saya mengadukan masalah es batu yang kebanyakan ini ke Surat Pembaca Pikiran Rakyat, lebih baik BSM membiarkan saya mencolokkan steker laptop saya ke tiang itu. Itu kompensasi yang masuk akal, pikir saya. Tapi tentu saya tidak mau menanggung malu dengan sok percaya dirinya menggunakan sesuatu yang tidak seharusnya digunakan seenaknya. Di sana banyak orang. Di depan saya, samping kiri dan samping kanan. Dan saya juga yakin mereka bisa membaca tulisan yang tercetak di stiker itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tutup saja stikernya !. Haha! Ide itu terlintas. Saya tidak perlu malu seandainya mereka tidak tahu bahwa colokan itu bukan untuk umum. Lalu saya ambil secarik tisu, saya basahi dengan sedikit air dari minuman saya itu kemudian saya tempel pada stiker tersebut. Oh, orang-orang itu melihat tindakan saya dan mulai mencibir dengan matanya yang sinis. Biarlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST5rUOHR60I/AAAAAAAAACM/ZMTvDkfYo7k/s1600-h/TUTUP.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277773808454986562" style="width: 400px; height: 263px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST5rUOHR60I/AAAAAAAAACM/ZMTvDkfYo7k/s400/TUTUP.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3% charging.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahaha. Akhirnya saya bisa juga internetan sepuasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa menit kemudian , datang lelaki berbadan besar dengan seragam abu-abu ke sebelah kanan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Dik, “&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wah, ada apa ini. Jangan-jangan dia mau mengajak berkenalan. Saya bukan homo hei.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Maaf, dilarang mengambil listrik di sini. Di situ ada kan stikernya, yang warna kun..”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, saya langsung terburu-buru menutupi steker itu dengan badan saya. Berharap dia tidak melihat kelicikan saya. Iya pak iya, kata saya dengan gugup.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, laptop saya mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. . .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sial, sekarang saya justru lebih berharap dia datang untuk mengajak berkenalan agar saya tetap bisa menggunakan fasilitas wi-fi gratis itu di sana. Malunya saya hari itu. Segelas minuman, eh maaf, segelas es batu, tatapan sinis dari orang di sana, teguran satpam, uang yang terbuang percuma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lebih baik minuman ini saya jual lagi ke warnet, ditukar dengan jatah main selama 2 jam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-3145667060211614459?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/3145667060211614459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/segelas-es-batu-dan-listrik-yang-tidak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/3145667060211614459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/3145667060211614459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/segelas-es-batu-dan-listrik-yang-tidak.html' title='Segelas Es Batu dan Listrik yang Tidak Boleh Diambil'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/ST5rUOHR60I/AAAAAAAAACM/ZMTvDkfYo7k/s72-c/TUTUP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-6598986927745920289</id><published>2008-12-07T07:01:00.005+07:00</published><updated>2008-12-09T20:04:21.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veludo mischantus storyline'/><title type='text'>Mama Left When The Sun is Rising Up</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Saat itu, saya tanpa sengaja bertemu dengan guru saya semasa SMP, sebut saja Ibu XXX. Sebenarnya kata ‘bertemu’ di sini kurang relevan bila dikorelasikan dengan bentuk pertemuan itu sendiri. Saya hanya melihat beliau tanpa menyapa bahkan tersenyum pun tidak. Saya juga ragu-ragu saat mencoba mengenali beliau karena memang perawakan dan penampilannya agak sedikit berbeda. Tidak mungkin sesederhana ini, pikir saya begitu melihat cara beliau berpakaian mengingat profesinya sebagai seorang guru di SMPN 2 Bandung, sekolah yang memang - entah kenapa – meninggalkan banyak kesan hedonis di ingatan saya. Ditambah lagi pada waktu itu Ibu XXX menggandeng seorang anak sambil beberapa kali menyuapinya dengan makanan dari kotak bekal yang ada di sebelah tangannya.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Mama. Begitu dia sebut dirinya di depan anak itu. Setahu saya, Ibu N’deu sudah terlalu tua untuk memiliki anak seumur itu. Bahkan hal itu tidak lazim seandainya hal itu terjadi 6 tahun lalu saat saya masih belajar padanya. Saya sempat berpikir, dunia berubah begitu cepat dalam setengah dekade. Dan waktu berlalu begitu saja tanpa ada peringatan jelas dari Tuhan tentang banyaknya waktu yang saya sia-siakan. Lamunan itu lantas buyar begitu mendengar kalimat sapaan dari orang di sebelahnya yang sudah sejak sebelumnya mengamati tingkah laku si anak yang memang agak sedikit lincah ke sana ke mari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;“&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabaraha taun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (berapa tahun)&lt;b&gt;, Bu &lt;/b&gt;?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;“&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tilu taun&lt;/i&gt;, tapi &lt;i&gt;kirang bentes ieu mah ngomongna&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Nu putri mah lancar&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Kembar ieu teh. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;(Tiga tahun, tapi kurang lancer ini bicaranya. Yang perempuan sih lancar. Kembar.&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Kembar ?. Beliau pasti bercanda. Melihat anak kecil itu saja saya sudah terheran-heran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;“&lt;b&gt;Ohh, &lt;i&gt;bodas nya&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Meni kasep&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. (Ohh, putih ya. Ganteng)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;“&lt;b&gt;&lt;i&gt;Muhun, beda jeung nu hiji deui mah perempuan. Hideung, terus rada gendut. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Iya, beda sama yang perempuan. Item, sedikit gendut)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;“&lt;b&gt;&lt;i&gt;Anak, Bu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;(berbisik) “ &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lain, anak angkat. Ti saminggu. Indungna kabur. Bapana teuing dimana.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Nini na ge teu paduli rek kumaha. Lain urusan cenah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;Bukan, anak angkat. Dari umur seminggu. Ibunya kabur, Ayahnya ga tau dimana. Neneknya juga ga mau tahu. Bukan urusan dia katanya)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;. . .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Benar ternyata, dunia berubah di luar apa yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Bahkan, percakapan itu pun secara tidak langsung telah meubah pemikiran saya beberapa detik sebelumnya tentang kejanggalan akan keberadaan anak itu, yang semula rasa heran menjadi rasa kasihan. Dari lontaran demi lontaran kata yang terlempar dari mulut mereka, saya menangkap – setelah menguping – sebuah pembicaraan tentang anak kembar yang terbuang, ibu yang kabur meninggalkannya, dan ayah yang tidak bertanggung jawab, juga seorang nenek yang tidak mau peduli perihal kelahiran penerusnya itu. Memang semua tidaklah murni kesalahan mereka, tapi seharusnya ada rasa peduli dan tanggung jawab karena sedikit banyak mereka telah terlibat di dalamnya. Kita adalah manusia. Dan manusia tidak pernah memiliki hak untuk membatasi masa hidup orang lain dengan membiarkan sepasang anak yang baru lahir terabaikan begitu saja seperti bongkahan batu di halaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Entah bagaimana perasaan yang akan timbul di hati anak-anak itu begitu dewasa nanti. Tak ada garis muka yang mampu menggambarkan sedikit saja wajah orang tua mereka di rumah saat bercermin. Keheranan akan jauhnya umur mereka dengan orang tua mereka. Ketidaklaziman golongan darah dari garis keturunan. Akan selalu ada pertanyaan yang hinggap sebelum mereka tertidur lelap : tentang eksistensi mereka. Mungkin saja pertanyaan-pertanyaan itu suatu hari akan mengantarkan mereka memilih jalan untuk tertidur lelap selamanya sebelum tiba saat yang seharusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Biar saja ia jatuh ke sungai, biar saja ia terberai berantakan, biar saja ia diguyur hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Entah burung apa itu hinggap di batang pohon akasia, janggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Kulempar dengan sebongkah batu di halaman.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Selama ini, dunia telah mengubah banyak orang kembali menjadi manusia purba dengan aturan hidup a la hutan rimba. Kita terlalu banyak mendongakkan kepala ke arah televisi hingga lupa cara menunduk dan membungkuk. Kita terlalu banyak berempati pada Aqso dan Madina, tapi lantas melupakan nasib ribuan anak jalanan yang dipekerjakan sebagai pengemis oleh oknum-oknum keparat. Kita gunakan kartu debit dan kredit sebagai alasan ketidakhadiran uang recehan untuk disumbangkan kepada mereka yang malang di pelataran jalan sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;Membuang muka dan menyembunyikan tangan mungkin telah menjelma menjadi Pancasila baru di muka bumi Indonesia ini. ‘Rasa peduli’ sudah saatnya dipajang dalam lemari-lemari tua di museum. Dikenang. Tanpa pernah dirasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify" align="left"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 115%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-6598986927745920289?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/6598986927745920289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/mama-left-when-sun-is-rising-up.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/6598986927745920289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/6598986927745920289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/mama-left-when-sun-is-rising-up.html' title='Mama Left When The Sun is Rising Up'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-6338341553544363671</id><published>2008-12-06T12:22:00.004+07:00</published><updated>2008-12-07T09:46:55.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drawings'/><title type='text'>Privately Primate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SToNg2mdmNI/AAAAAAAAAB8/2KL0KAi32v4/s1600-h/we+like+them+cause+we%27re+so+much+like+them.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SToNg2mdmNI/AAAAAAAAAB8/2KL0KAi32v4/s200/we+like+them+cause+we%27re+so+much+like+them.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276544771481770194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( click to enlarge )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;we like them , cause we're so much like them .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-6338341553544363671?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/6338341553544363671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/hu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/6338341553544363671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/6338341553544363671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/hu.html' title='Privately Primate'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SToNg2mdmNI/AAAAAAAAAB8/2KL0KAi32v4/s72-c/we+like+them+cause+we%27re+so+much+like+them.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-2073634701186262054</id><published>2008-12-04T21:01:00.003+07:00</published><updated>2008-12-07T10:11:29.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='drawings'/><title type='text'>Kamis Itu : Jam 3 Sore . . .</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/STfi4gTbP1I/AAAAAAAAABc/Hb0iaWSBTwM/s1600-h/Resize+of+Resize+of+IMG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/STfi4gTbP1I/AAAAAAAAABc/Hb0iaWSBTwM/s320/Resize+of+Resize+of+IMG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275934948859789138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya mengantuk lalu menggambar.&lt;br /&gt;Mampus di waktu Kalkulus. Selalu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-2073634701186262054?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/2073634701186262054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/kamis-itu-jam-3-sore_04.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/2073634701186262054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/2073634701186262054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/kamis-itu-jam-3-sore_04.html' title='Kamis Itu : Jam 3 Sore . . .'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/STfi4gTbP1I/AAAAAAAAABc/Hb0iaWSBTwM/s72-c/Resize+of+Resize+of+IMG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7308517229382896513.post-8483936684834950223</id><published>2008-12-04T20:59:00.005+07:00</published><updated>2008-12-07T09:43:00.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music review'/><title type='text'>Mono &amp; World's End Girlfriend : Palmless Prayer / Mass Murder Reffrain</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.rateyourmusic.com/album_images/446351.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 280px; height: 278px;" src="http://static.rateyourmusic.com/album_images/446351.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar seputar EP kolaborasi Mono &amp;amp; World's End Girlfriend, saya sekejap dihantui rasa penasaran akan seperti apa jadinya. Dan akhirnya saya mendapatkan sebuah link yang mengantarkan saya untuk men-download EP ini secara ilegal. Iya, saya minta maaf. Salahkan pemerintah yang tidak mengerti kegelisahan anak muda yang tidak punya banyak uang tapi butuh hiburan di waktu senggang. Seandainya pajak barang-barang seperti ini diturunkan, tentu saya akan memilih untuk membeli CD yang asli. Oh, jadi ngelantur ke mana mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kover album ini mengingatkan saya pada satu situasi di sebuah komik , Monster, tentang sebuah pintu rahasia yang terbongkar setelah sekian lama tertutup oleh tembokan beton di mana di dalamnya terkubur puluhan tengkorak korban pembunuhan massal yang terjadi puluhan tahun lalu. Ada sedikit korelasi memang antara cerita tersebut dengan judul dari EP ini, Palmless Prayer/Mass Murder, tapi saya tidak yakin Takaakira Goto sengaja membuat EP ini karena membaca komik itu. Yah, sedikit mengkhayal boleh lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EP ini berisi sebuah lagu yang terpotong-potong menjadi 5 bagian dengan total durasi 1 jam 19 menit , sehingga album ini tidak direkomendasikan bagi mereka yang biasa mendengar musik jenis tweepop . Menyimak album ini sungguh melelahkan. Komposisi gabungan antara strings, choir yang sedikit mistis, piano-type, dan gemuruh musik Mono kadang dirasa sedikit over ditambah dengan durasi yang terlalu panjang. Tapi, mungkin memang itulah yang dicari oleh mereka selama ini : musik orkestrasi avant-garde era kontemporer. Setidaknya itu yang bisa ditangkap bila melihat dari ciri musik mereka, khususnya World's End Girlfriend. Lalu, saya berpikir seandainya mereka mampu memainkannya secara live mungkin akan banyak wanita di luar sana yang menangis sesudahnya. Oke, memang terlalu berlebihan. Tapi, memang tidak pernah ada tone 'bahagia' yang terkandung pada lagu-lagu mereka, baik di EP ini maupun di album-album mereka sebelumnya. Terlalu gelap, teman saya bilang saat saya merekomendasikan band-band ini padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overall, album ini adalah sebuah karya yang pantas dikoleksi. Simpanlah dulu uang yang sudah kalian kumpulkan untuk membeli album d'Masiv atau Seventeen. Coba dengarkan musik dari negeri jepang sana dan segera beli gitar sekaligus efeknya lalu buatlah musik yang lebih hebat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7308517229382896513-8483936684834950223?l=thenamelessmoment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/feeds/8483936684834950223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/mono-worlds-end-girlfriend-palmless_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/8483936684834950223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7308517229382896513/posts/default/8483936684834950223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thenamelessmoment.blogspot.com/2008/12/mono-worlds-end-girlfriend-palmless_04.html' title='Mono &amp; World&apos;s End Girlfriend : Palmless Prayer / Mass Murder Reffrain'/><author><name>early.memoirs</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12793026186377565747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_x_6Xz77gyLY/SpKujY0U7zI/AAAAAAAAAE0/6fGC9wsFc4Y/S220/fotofoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
